Pakaian merupakan salah satu kebutuhan yang penting bagi manusia karena mempunyai fungsi yang tidak kalah penting dibanding makanan. Fungsi dari pakaian itu sendiri antara lain sebagai penutup aurat, pelindung tubuh dari cuaca, mempercantik diri, dan lain-lain. Seiring dengan perubahan zaman maka hal itu berpengaruh terhadap model pakaian, dari zaman ke zaman selalu saja berubah-ubah. Bahkan mungkin saja setiap bulan model pakaian yang ada di pasaran selau berganti-ganti model, hal ini bertujuan agar konsumen tidak bosan dengan barang yang ada karena produsen selalu menawarkan produk-produk yang baru. Sehingga secara tidak langsung konsumen menjadi tertarik untuk membeli barang baru dengan adanya pergantian medel terebut.
Pakaian selalu berkaitan dengan lebaran. Menjelang lebaran biasanya harga pakaian di pasaran akan meningkat sehingga produsen akan berlomba-lomba mencari keuntungan karena momen seperti ini hanya datang satu tahun sekali. Harga pakaian selalu meningkat saat lebaran dikarenakan permintaan pasar yanf tinggi, sebagian besar dari kita beranggapan bahwa lebaran sama dengan baju baru. Maksudnya pada saat lebaran harus menggunakan baju baru karena lebaran merupakan momen yang sangat spesial bagi umat muslim. Karena hal inilah yang menyebabkan harga pakaian itu sendiri selalu saja meningkat pada saat menjelang lebaran.
Saya sendiri selaku penulis mempunyai anggapan yang berbeda. Lebaran tidak berarti harus memakai baju baru, cukup memakai pakaian yang ada selama pakaian itu masih layak pakai. Membeli pakaian tidak harus menjelang lebaran karena masih ada hari lain sehingga kita bisa mendapatkan harga yang lebih murah dibandingkan pada saat menjelang lebaran.
1.Citra PT Telkom Kantor Daerah Telekomunikasi Kendatel Tasikmalaya di hadapan para pelanggannya belum sepenuhnya diketahui.
2.Pengaruh kualitas teknikal, kualitas fungsional, dan aktifitas pemasaran tradisional terhadap citra PT Telkom Daerah Telekomunikasi Tasikmalaya belum secara jelas diketahui.
1.Mengukur dan menganalisis persepsi konsumsi tentang Citra PT. Telkom
2.Mengukur pengaruh kualitas dari teknikal kualitasfungsionaldan aktivitaspemasarantradisional terhadapcitraPTTelkomKandatelTasikmalaya.
Hasil
1.Hasil penelitian menunjukkan bahwaPT Telkom KantorDaerah Tasikmalayamemilikicitradalamkategoribaik di hadapan pelanggannya.
2.Dimensi-dimensiyang terdapat pada variabelkualitasteknik,kualitas fungsionaldanaktivitaspemasaran tradisional berkorelasi positif dengan
3.Secaraserempakvariabelkualitas teknik, kualitas fungsional dan pemasarantradisionalberpengaruh nyata terhadapcitraperusahaan.Sedang kansecaraparsialhanyavariabel kualitasteknikdanaktivitaspemasarantradisionalyangberpengaruhnyataterhadappembentukan citra perusahaan. Halini mengindikasikan bahwa meskipun secara individu variabel kualitas fungsional tidakberpengaruhnyataterhadap pembentukancitraperusahaan, namun ketikadipadukandengandua variabel lain-nya, variabel ini memiliki kontribusidalam meningkatkancitra perusahaan.
METODOLOGI
Populasi dalam penelitian ini adalah pelanggan Telkom yang berada di wilayah Kodya Tasikmalaya, sebanyak 22.475 pelanggan. Ukuran contoh ditentukan dengan menggunakan formulasi sebagai berikut:
Maka persamaan yang dapat diambil adalah sebagai berikut :
Y = a + bx
Regresi linear dan korelasi
Dalam penelitian ini yang dikaji adalah kualitas teknik, kualitas fungsional, pemasaran tradisional, dan citra perusahaan. Kualitas teknik berkaitan dengan fasilitas dan penampilan fisik dalam melayani konsumen. Variabel ini diukur dengan dimensi: (1) penampilan fisik pegawai, (2) penampilan fisik PT Telkom Tasikmalaya, (3) peralatan yang digunakan perusahaan, (4) fasilitas fisik pelayanan, (5) kenyamanan dan kebersihan, (6) ketersediaan jaringan baru, (7)pengetahuan teknik dari pegawai.
Kualitas fungsional adalah proses pelayanan berupa interaksi antara PT Telkom dan pelanggan. Variabel ini diukur dengan dimensi sebagai berikut: (1)keramahan petugas, (2) kesopanan dan kesabaran petugas, (3) profesionalisme petugas dalam berinteraksi dengan pelanggan, (4) kecepatan petugas dalam memberikan pelayanan, (5) kemudahan petugas untuk dihubungi bila konsumen mengalami permasalahan.
Pemasaran tradisional merupakan kegiatan berupa promosi dan penetapan tarif. Variabel ini diukur dengan: (1) iklan PT Telkom di televisi, radio, surat kabar, dan majalah, (2) informasi dari mulut ke mulut, (3) kegiatan sosial (seperti memberikan sumbangan), (4) kewajaran tarif abudemen, pasang baru, dan pulsa.