Thursday, November 5, 2009

Perilaku Konsumen Terhadap Pakaian Menjelang Lebaran

Pakaian merupakan salah satu kebutuhan yang penting bagi manusia karena mempunyai fungsi yang tidak kalah penting dibanding makanan. Fungsi dari pakaian itu sendiri antara lain sebagai penutup aurat, pelindung tubuh dari cuaca, mempercantik diri, dan lain-lain. Seiring dengan perubahan zaman maka hal itu berpengaruh terhadap model pakaian, dari zaman ke zaman selalu saja berubah-ubah. Bahkan mungkin saja setiap bulan model pakaian yang ada di pasaran selau berganti-ganti model, hal ini bertujuan agar konsumen tidak bosan dengan barang yang ada karena produsen selalu menawarkan produk-produk yang baru. Sehingga secara tidak langsung konsumen menjadi tertarik untuk membeli barang baru dengan adanya pergantian medel terebut.

Pakaian selalu berkaitan dengan lebaran. Menjelang lebaran biasanya harga pakaian di pasaran akan meningkat sehingga produsen akan berlomba-lomba mencari keuntungan karena momen seperti ini hanya datang satu tahun sekali. Harga pakaian selalu meningkat saat lebaran dikarenakan permintaan pasar yanf tinggi, sebagian besar dari kita beranggapan bahwa lebaran sama dengan baju baru. Maksudnya pada saat lebaran harus menggunakan baju baru karena lebaran merupakan momen yang sangat spesial bagi umat muslim. Karena hal inilah yang menyebabkan harga pakaian itu sendiri selalu saja meningkat pada saat menjelang lebaran.

Saya sendiri selaku penulis mempunyai anggapan yang berbeda. Lebaran tidak berarti harus memakai baju baru, cukup memakai pakaian yang ada selama pakaian itu masih layak pakai. Membeli pakaian tidak harus menjelang lebaran karena masih ada hari lain sehingga kita bisa mendapatkan harga yang lebih murah dibandingkan pada saat menjelang lebaran.

Lalu bagaimana dengan Anda???

analisis jurnal 3

PENGARUH KUALITAS TEKNIK, KUALITAS FUNGSIONAL,

DAN AKTIVITAS PEMASARAN TRADISIONAL TERHADAP

CITRA PERUSAHAAN PT. TELKOM KANTOR DAERAH

TASIKMALAYA

Kartawan, Toto Sugiharto, Sumarna

Pasca Sarjana Univ. Gunadarma

Masalah

1. Citra PT Telkom Kantor Daerah Telekomunikasi Kendatel Tasikmalaya di hadapan para pelanggannya belum sepenuhnya diketahui.

2. Pengaruh kualitas teknikal, kualitas fungsional, dan aktifitas pemasaran tradisional terhadap citra PT Telkom Daerah Telekomunikasi Tasikmalaya belum secara jelas diketahui.

Latar Belakang

Baik buruknya citra perusahaan dapat diukur melalui pengalaman konsumen dalam menikmati output dari aktivitas perusahaan. Jika masyarakat merasakan bahwa pengalamannya sangat memuaskan dirinya, maka secara langsung ataupun tidak langsung dia akan memberikan kesan baik kepada perusahaan (Lyfe, 1996). Konsumen akan beralih ke perusahaan lain jika ia merasakan adanya citra buruk dari perusahaan langganannya.

Tujuan Penelitian

1. Mengukur dan menganalisis persepsi konsumsi tentang Citra PT. Telkom

2. Mengukur pengaruh kualitas dari teknikal kualitas fungsional dan aktivitas pemasaran tradisional terhadap citra PT Telkom Kandatel Tasikmalaya.

Hasil

1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Telkom Kantor Daerah Tasikmalaya memiliki citra dalam kategori baik di hadapan pelanggannya.

2. Dimensi-dimensi yang terdapat pada variabel kualitas teknik, kualitas fungsional dan aktivitas pemasaran tradisional berkorelasi positif dengan

3. Secara serempak variabel kualitas teknik, kualitas fungsional dan pemasaran tradisional berpengaruh nyata terhadap citra perusahaan. Sedang kan secara parsial hanya variabel kualitas teknik dan aktivitas pemasaran tradisional yang berpengaruh nyata terhadap pembentukan citra perusahaan. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun secara individu variabel kualitas fungsional tidak berpengaruh nyata terhadap pembentukan citra perusahaan, namun ketika dipadukan dengan dua variabel lain-nya, variabel ini memiliki kontribusi dalam meningkatkan citra perusahaan.

METODOLOGI

Populasi dalam penelitian ini adalah pelanggan Telkom yang berada di wilayah Kodya Tasikmalaya, sebanyak 22.475 pelanggan. Ukuran contoh ditentukan dengan menggunakan formulasi sebagai berikut:

Maka persamaan yang dapat diambil adalah sebagai berikut :

Y = a + bx

Regresi linear dan korelasi

Dalam penelitian ini yang dikaji adalah kualitas teknik, kualitas fungsional, pemasaran tradisional, dan citra perusahaan. Kualitas teknik berkaitan dengan fasilitas dan penampilan fisik dalam melayani konsumen. Variabel ini diukur dengan dimensi: (1) penampilan fisik pegawai, (2) penampilan fisik PT Telkom Tasikmalaya, (3) peralatan yang digunakan perusahaan, (4) fasilitas fisik pelayanan, (5) kenyamanan dan kebersihan, (6) ketersediaan jaringan baru, (7)pengetahuan teknik dari pegawai.

Kualitas fungsional adalah proses pelayanan berupa interaksi antara PT Telkom dan pelanggan. Variabel ini diukur dengan dimensi sebagai berikut: (1)keramahan petugas, (2) kesopanan dan kesabaran petugas, (3) profesionalisme petugas dalam berinteraksi dengan pelanggan, (4) kecepatan petugas dalam memberikan pelayanan, (5) kemudahan petugas untuk dihubungi bila konsumen mengalami permasalahan.

Pemasaran tradisional merupakan kegiatan berupa promosi dan penetapan tarif. Variabel ini diukur dengan: (1) iklan PT Telkom di televisi, radio, surat kabar, dan majalah, (2) informasi dari mulut ke mulut, (3) kegiatan sosial (seperti memberikan sumbangan), (4) kewajaran tarif abudemen, pasang baru, dan pulsa.

Voltar Avançar Inicio
 

Topo