Masalah - Apakah terdapat pengaruh positif kepuasan konsumen terhadap Pelayanan Penjual Rokok di wilayah Kampus E Universitas Gunadarma
Tujuan - Untuk mengetahui seberapa besar kepuasan konsumen terhadap Pelayanan Penjual Rokok di wilayah Kampus E Universitas Gunadarma
Metodologi Desain penelitian ini adalah survey. Sumber data yang digunakan berupa kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah para konsumen yang berada di wilayah Kampus E Universitas Gunadarma. Metode ini menggunakan rumus regresi linear sederhana dengan persamaan Y = a + bx
Variabel Peneltian - Jenis Kelamin - Biaya - Kepuasan
Masalah - Biaya produksi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi harga jual dari produk tersebut. - Apakah terdapat pengaruh positif signifikan biaya produksi terhadap penjualan pada PT. INDOFOOD Tujuan - Mengetahui apakah biaya produksi mempengaruhi harga jual dari produk tersebut - Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh tingkat positif signifikan biaya produksi terhadap penjualan PT. INDOFOOD
Metodologi Desain penelitian ini adalah laporan keuangan pada PT. INDOFOOD yaitu suatu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui biaya produksi terhadap penjualan pada PT. INDOFOOD. Metode ini menggunakan model penelitian regresi linear sederhana dengan persamaan :
Y = a + bX
Dimana, Y : Variabel Independen a : Konstanta b : Koefisien regresi X : Variabel Dependen
1.Citra PT Telkom Kantor Daerah Telekomunikasi Kendatel Tasikmalaya di hadapan para pelanggannya belum sepenuhnya diketahui.
2.Pengaruh kualitas teknikal, kualitas fungsional, dan aktifitas pemasaran tradisional terhadap citra PT Telkom Daerah Telekomunikasi Tasikmalaya belum secara jelas diketahui.
1.Mengukur dan menganalisis persepsi konsumsi tentang Citra PT. Telkom
2.Mengukur pengaruh kualitas dari teknikal kualitasfungsionaldan aktivitaspemasarantradisional terhadapcitraPTTelkomKandatelTasikmalaya.
Hasil
1.Hasil penelitian menunjukkan bahwaPT Telkom KantorDaerah Tasikmalayamemilikicitradalamkategoribaik di hadapan pelanggannya.
2.Dimensi-dimensiyang terdapat pada variabelkualitasteknik,kualitas fungsionaldanaktivitaspemasaran tradisional berkorelasi positif dengan
3.Secaraserempakvariabelkualitas teknik, kualitas fungsional dan pemasarantradisionalberpengaruh nyata terhadapcitraperusahaan.Sedang kansecaraparsialhanyavariabel kualitasteknikdanaktivitaspemasarantradisionalyangberpengaruhnyataterhadappembentukan citra perusahaan. Halini mengindikasikan bahwa meskipun secara individu variabel kualitas fungsional tidakberpengaruhnyataterhadap pembentukancitraperusahaan, namun ketikadipadukandengandua variabel lain-nya, variabel ini memiliki kontribusidalam meningkatkancitra perusahaan.
METODOLOGI
Populasi dalam penelitian ini adalah pelanggan Telkom yang berada di wilayah Kodya Tasikmalaya, sebanyak 22.475 pelanggan. Ukuran contoh ditentukan dengan menggunakan formulasi sebagai berikut:
Maka persamaan yang dapat diambil adalah sebagai berikut :
Y = a + bx
Regresi linear dan korelasi
Dalam penelitian ini yang dikaji adalah kualitas teknik, kualitas fungsional, pemasaran tradisional, dan citra perusahaan. Kualitas teknik berkaitan dengan fasilitas dan penampilan fisik dalam melayani konsumen. Variabel ini diukur dengan dimensi: (1) penampilan fisik pegawai, (2) penampilan fisik PT Telkom Tasikmalaya, (3) peralatan yang digunakan perusahaan, (4) fasilitas fisik pelayanan, (5) kenyamanan dan kebersihan, (6) ketersediaan jaringan baru, (7)pengetahuan teknik dari pegawai.
Kualitas fungsional adalah proses pelayanan berupa interaksi antara PT Telkom dan pelanggan. Variabel ini diukur dengan dimensi sebagai berikut: (1)keramahan petugas, (2) kesopanan dan kesabaran petugas, (3) profesionalisme petugas dalam berinteraksi dengan pelanggan, (4) kecepatan petugas dalam memberikan pelayanan, (5) kemudahan petugas untuk dihubungi bila konsumen mengalami permasalahan.
Pemasaran tradisional merupakan kegiatan berupa promosi dan penetapan tarif. Variabel ini diukur dengan: (1) iklan PT Telkom di televisi, radio, surat kabar, dan majalah, (2) informasi dari mulut ke mulut, (3) kegiatan sosial (seperti memberikan sumbangan), (4) kewajaran tarif abudemen, pasang baru, dan pulsa.
AUDIT KOMUNIKASI SEBAGAI ALAT UNTUK MENGUKUR EFEKTIFITAS DAN EFISIENSI KOMUNIKASI
DALAM SUATU ORGANISASI
Wina Puspita Sari , M.Si
Fakultas Ilmu Komunikasi
Universitas Budi Luhur
Judul:
Audit komunikasi sebagai alat untuk mengukur efektifitas dan efisiensi komunikasidalam suatu organisasi.
Masalah:
1.Audit komunikasi dianggap menuntut keahlian non komunikasi terutama berkaitan dengan pengetahuan mendalam dibidang bisnis dan manajemen.
2.Dampak audit komunikasi dianggap merugikan dan merupakan kegiatan yang penuh resiko, karena menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang menakutkan dan tidak pernah dipersoalkan sebelumnya.
Latar Belakang:
Untuk dapat mengetahui apakah kegiatan komunikasi yang sudah dijalankan efektif/berhasil mencapai tujuan dan sasaran organisasi adalah dengan melakukan audit komunikasi. Dengan melakukan audit komunikasi, segala hambatan komunikasi dan gangguan yang menyebabkan macetnya aliran informasi dan peluang yang terlewat dapat diketahui sehingga diperoleh cara yang dapat meningkatkan dampak yang dikehendaki sehingga organisasi atau perusahaan dapat mempertahankan hidup dan kesuksesannya di tengah persaingan global yang makin keras.
Tujuan:
1.Untuk memberikan rekomendasi tentang perubahan atau perbaikan yang perlu dilakukan.
2.Untuk menilai kualitas informasi dan mengukur kualitas hubunganhubungan komunikasi secara khusus mengukur kepercayaan antar pribadi (trust), dukungan, keramahan, dan kepuasan kerja.
Metodologi:
Teknik observasi (kegiatan mengamati dan mencatat perilaku yang dapat dilakukan atas perilaku orang lain). Teknik wawancara (meliputi dua teknik berbeda yakni teknik wawancara dengan kuesioner dan tatap muka).Teknik analisis ini(untuk membuat analisis dari isi pesan-pesan yang ada dalam dokumen).
Hasil:
Hasil audit komunikasi dapat memberikan informasi yang berharga guna mencegah terjadinya kehancuran suatu organisasi, segala hambatan komunikasi dan gangguan yang menyebabkan macetnya aliran informasi dan peluang yang terlewat dapat diketahui.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Pemanfaatan Sistem Informasi dan Penggunaan Sistem Informasi.
Masalah:
Apakah terdapat pengaruh positif signifikan ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, dan faktor sosial terhadap terhadap minat pemanfaatan SI?
Apakah terdapat pengaruh positif signifikan kondisi-kondisi yang memfasilitasi pemakai dan minat pemanfaatan SI terhadap penggunaan SI?
Latar Belakang:
Agar mampu bersaing suatu perusahaan memerlukan strategi yang dapat memanfaatkan semua peluang yang ada dan menutup segala kelemahan yang ada. Semua itu dapat dilakukan apabila manajemen mampu mengambil keputusan berdasarkan informasi yang berkualitas. Sistem informasi diadakan untuk menunjang aktifitas usaha di semua tingkatan organisasi agar dapat meningkatkan produktifitas. Oleh karena itu SI harus dapat diterima dan digunakan oleh seluruh karyawan dalam organisasi sehingga investasi yang besar untuk pengadaan SI akan diimbangi dengan produktifitas yang tinggi.
Tujuan:
Menemukan bukti empiris untuk menguji variabel ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, dan faktor sosial terhadap terhadap minat pemanfaatan SI.
Menemukan bukti empiris untuk menguji variabel kondisi-kondisi yang memfasilitasi pemakai dan minat pemanfaatan SI terhadap penggunaan SI.
Metodologi:
Survei, dengan menggunakan 2 variabel, independen dan dependen. Menggunakan data kualitatif, dan sumber data primer. Untuk menentukan sampel menggunakan metode convinience sampling. Hipotesis menggunakan regresi berganda (multiple regression) dengan bantuan program SPSS 11.5. Model persamaan regresi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Ekspektasi kinerja mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap minat pemanfaatan SI, artinya responden yakin bahwa menggunakan sistem akan membantu dalam meningkatkan kinerjanya.
Variabel ekspektasi usaha berpengaruh positif signifikan terhadap minat pemanfaatan SI, berarti responden akan memanfaatkan SI apabila mereka merasa bahwa SI tersebut mudah dan tidak memerlukan upaya (tenaga dan waktu) yang banyak dalam mengoperasikannya.